Senin, 18 Januari 2010

proses produksi tempe

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penulisan
Tempe merupakan makanan terfavorit dalam suatu daerah, terutama di Magelang. Tempe sangat terkenal, maka dari itu di Magelang terdapat beberapa industri tempe.
Industri tempe adalah usaha wiraswasta yang merupakan salah satu pembangunan ekonomi. Indusri tersebut merupakan badan usaha milik pribadi atau perorangan, guna untuk memenuhi kebutuhan sisi keluarga dan masyarakat sekitar.
Industri tempe di Magelang berperan penting dalam mengurangi pengangguran masyarakat lingkunganya.dengan adanya industri tempe tersebut dapat menyerap tenaga kerja meningkatkan ekonomi keluarga.
B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang penulis akan kemukakan adalah sebagai berikut:
1.Bagaimana proses pembuatan tempe?
2.Bagaimana cara pemasaran?
3.dampak positif dan negatif dari home industri tersebut?
C. Tujuan Penulisan
Sesuai dengan topik di atas penyusun mempunyai tujuan tertentu yaitu sebagai berikut:
1.Untuk mengetahui cara pembuatan tempe.
2.Untuk mengetahui cara pemasaran.
3.Untuk mengetahui daampak positif dan negatifnya.




BAB II
PEMBAHASAN

A. Proses Pembuatan Tempe
1. Bahan Baku dan Perlengkapan
Dalam pemberlangsungan pembuatan tempe ini memerlukan beberapa sarana.Sarana yang pokok adalah meliputi tenaga kerja, peralatan dan juga bahan baku, sebab tanpa itu semua kegiatan suatu produksi tidak akan berjalan lancer. Sebagaimana diharapkan. Bahan baku yang digunakan adalah kedelai, dan yang paling baik untuk produksi tempe adalah kedelai amerika. Selain itu juga memerlukan bahan baku tambahan atau pelengkap antara lain sebagai berikut:
a. Plastik atau daun pisang
Digunakan untuk membungkus kedelai yang sudah siap di bungkus.
b. Ragi
Untuk pencampuran kedelai yang sudah di kukus.
c. Air
Dibutuhkan dalam proses pencucian kedelai.
2. Peralatan
Alat yang digunakan mempunyai fungsi atau kegunaan sehari-hari sebagai berikut:
a. Tampah
terbuat dari ayaman bambu, berguna sebagi wadah untuk membersihkan kedelai sebelum di cuci.
b. Tenggok
Terbuat dari anyaman bambu, berguna untuk wadah kedelai dan tempat mencuci kedelai.
c. Ember
Digunakan intuk menampung ataupun mengambil air dan untuk merendam kedelai.
d. Dandang dan Kukusan
Sebagai alat untuk menanak kedelai
e. Kepang
Terbuat dari anyaman bambu digunakan untuk mendinginkan kedelai yang baru di angkat dari dandang untuk di beri ragi.
3. Proses Pembuatan
a. Tahap Persiapan Pembuatan
Penyusun mencuba menerangkan cara pembuatan tempe sesuai dengan hasil observasi dan pengamatan meliputi beberapa tahap:
1) Penimbangan Kedelai
Sebelum kedelai di timbang, Untuk mengetahui berapa hasil keuntngan atau kerugian yang didapat setelah menjadi tempe dan dijual.
(a)Pembersihan Kedelai
Kedelai yang sudah ditimbang kemudian di bersihkan atau dipilah kedelai yang bagus dan membersihkan kotoran yang terdapat pada kedelai.
(b)Pencucian Kedelai
Kedelai kemudian dicuci, hal ini bertujuan untuk membersihkan kotoran yang masih menempel di kedelai

4. Proses Produksi
Proses produksi tempe ini menggunakan tahap demi tahap, yang dimulai dari persiapan, Bahan baku sampai menjadi suatu hasil produk yang siap untuk di konsumsi.
Dibawah ini merupakan tahap pembuatan tempe adalah sebagai berikut.
a.Perebusan
Kedelai yang sudah di cuci dimasukan kedalam air yang dibersihkan air untuk direbus. Setelah mendidih kemudian diangkat, kemudian kedelai yang sudah dimasak dipindah ke panic, yang berisikan air dingin untuk direndam selama satu hari.
b.Pengukusan
Kedelai yang sudah dicuci tadi, kemudian dikukus selama ±1 ¼ jam.
c. Peragian dan Pembungkusan
Kedelai yang sudah dikukus, kemudian diangkat dan diletakan di wadah, sebagai tempat untuk mendinginkan kedelai. Setelah kedelai itu dingin kemudian ditaburi ragi dan dicampur hingga merata. Kedelai tersebut siap di bungkus dengan menggunakan daun pisang atau plastic kemudian di diamkan selama 2 hari/malam.

5. Hasil Produksi
Dalam usaha tersebut barang yang sudah jadi siap di konsumsi khususnya untuk masyarakat yang membutuhkan.
B. Pemasaran
1. Pengertian
Pemasaran yaitu tindakan yang menyebabkan perpindahan hak milik atas barang dan jasa yang menimbulkan distribusi dari produsen ke konsumen.
Pemasaran adalah segala bentuk usaha untuk memenuhi kebutuhan manusia atau konsumen. Apabila pengusaha dapat melayani konsumen dengan baik maka berarti beliau telah berhasil dalam usahanya, tetapi sebaliknya jika tidak bisa melayani dengan baik maka usaha tersebut bisa dikatakn gagal.
2. Cara Pemasaran
Beberapa cara yang di gunakan untuk pemasaran usaha tersebut antara lain:
a. Langsung
Yaitu konsumen datang langsung ke tempat produsen untk membeli tmpe tersebut, pembeli yang memberi secara langsung yaitu para tetangga yang bertempat tinggal di daerah sekitarnya.
b. Di antar atau Dititipkan
Barang tersebut dititipkan kepada para pelanggan atau warung – warung, Apabila dalam dua hati , tempe belum habis maka diganti dengan yang baru untuk menjaga mutu dan kwalitas.

3. Daerah Pemasaran
Daerah pemasaran tempe ini meliputi desa-desa ataupun kota-kota di sekitarnya dan selain itu juga sebagai distributor untuk mengambil tempe dan dijual di pasar yang lebih besar
C. Dampak Positif dan Negatif Dari Industri Tempe
1. Umum
Taufiq, Usman. (2009:3) http//www.amboinas.wordpres.com/, diakses 10-01-2009 mengatakan bahwa
“Masalah lingkungan hidup dewasa ini makin memerlukan perhatian. Negara kita mempunyai menteri yang bertugas menangani lingkungan hidup, yaitu Menteri Lingkungan Hidup.Manusia memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada di lingkungannya untuk hidup. Kita mengambil makanan dari apa yang tumbuh dan hidup di darat dan di air. Kita menghirup oksigen dari udara. Kita menggunakan batu bara, minyak, dan bahan alam lainnya untuk menghasilkan energi ataupun untuk menjalankan industri.Kepada lingkungan, manusia mengembalikan limbah sisa-sisa pemakaiannya. Sisa makanannya dibuang sebagai kotoran manusia. Sisa kegiatan sehari-hari dibuang sebagai sampah. Setelah mengambil oksigen dari udara, manusia mengembalikan karbon dioksida ke udara.”
Demikian pula manusia mengeluarkan karbon dioksida dalam jumlah besar dari pembakaran bahan bakar di pabrik-pabrik dan kendaraan bermotor.Semua limbah itu diterima oleh lingkungan dan diolah kembali oleh alam menjadi zat-zat berguna. Kotoran manusia dan hewan ternak didekomposisi dan menjadi pupuk yang menyuburkan tanah untuk memproduksi makanan lagi bagi manusia.
Karbon dioksida diserap oleh tumbuh-tumbuhan yang dengan bantuan klorofil dan sinar matahari diubah kembali menjadi karbohidrat yang berupa gula, pati, serat, dan kayu. Benda-benda yang dihasilkan itu digunakan untuk makanan, pakaian, perumahan, dan bahan bakar bagi manusia.
Di daerah pedalaman yang berpenduduk tidak padat, kegiatan industri belum banyak, dan pohon-pohon hijau masih menutupi sebagian besar permukaan bumi, sehingga masih didapati keseimbangan antara pembuangan limbah dan kemampuan alam mengolahnya kembali. Dengan kata lain terdapat keseimbangan antara kegiatan manusia dan daya dukung lingkungan.
2. Penanganan Sampah
Sampah perkotaan yang berjumlah sangat banyak itu memerlukan penanganan khusus agar tidak mencemari lingkungan. Pertama, sampah tersebut kita kelompokkan ke dalam sampah organik yang dapat diuraiakan oleh mikroorganisme (biodegradable) dan sampah yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme (nonbiodegradable), seperti sampah sintetik, karet, atau gelas. Karena itu, sangatlah bijaksana jika setiap rumah tangga dapat memisahkan sampah atau limbah atas dua bagian tersebut, selanjutnya sampah organk yang terbiodegradasi dapat ditangani sebagai berikut .
a.Dijadikan bahan urukan, kemudian ditutupi dengan tanah sehingga terdapat permukaan yang dapat dipakai kembali.
b.Dijadikan kompos.
c.Khusus untuk kotoran hewan dapat digunakan untuk membuat biogas.
d.Sampah organik dapat juga dibakar untuk memperoleh panasnya. Panas tersebut dapat digunakan, misalnya untuk pembangkit listrik.
e.Sampah-sampah yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme, biasanya lebih sukar penanganannya. Cara yang terbaik adalah pendauran bahan.
3. Limbah Pertanian
Limbah-limbah pertanian berupa sisa-sisa pupuk atau pestisida. Pertanian yang intensif  banyak menggunakan pupuk sintetik dan berbagai bahan kimia untuk pemberantasan hama. Penggunaan pupuk yang terus-menerus akan mengubah struktur tanah, sehingga pada akhirnya kesuburan tanah berkurang dan tidak daapt ditanami jenis tanaman tertentu. Selain itu, seperti telah dijelaskan pada bagian terdahulu, sebagian dari sisa pupuk itu akan hanyut terbawa air sehingga mencemari air sungai atau danau.
Pestisida haruslah digunakan secara hati-hati, sebab peptisida ini bukan saja mematikan hama tanaman tetapi juga mikroorganisme yang berguna, termasuk mikroorganisme dalam tanah. Padahal kesuburan tanah bergantung pada jumlah mikroorganisme di dalamnya. Selain itu, penggunaan pestisida yang terus-menerus akan mengakibatkan serangga kebal (resistence) terhadap pestisida tersebut. Akan tetapi, bagaimana di daerah perkotaan yang berpenduduk makin padat akibat urbanisasi, kegiatan industri yang makin banyak, lalu lintas makin padat, dan pohon-pohon makin sedikit? Keseimbangan di sini terganggu, pembuangan limbah melebihi batas kemampuan alam untuk mengolahnya kembali. Di mana-mana akan terlihat limbah-limbah berserakan yang belum sempat diolah oleh alam.
4. Kerusakan Tanah
Pencemaran tanah disebabkan oleh berbagai limbah rumah tangga, industri, pertanian, dan atau buangan bahan-bahan yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme. Tanah sangat penting dalam menunjang kehidupan di muka bumi. Sebagaimana kita ketahui, rantai makanan bermula dari tumbuhan. Hewan hidup dari tumbuhan, selanjutnya manusia hidup dari tumbuhan dan hewan. Walaupun tumbuhan dan hewan ada juga yang hidup di laut, tetapi sebagian besar dari makanan kita berasal dari permukaan tanah. Oleh karena itu, sudah seharusnyalah kita menjaga kelestarian tanah sehingga tetap dapat mendukung kehidupan di muka bumi ini. Akan tetapi, sebagaimana halnya pencemaran udara dan air, pencemaran tanah pun akibat kegiatan manusia juga. Pencemaran tanah dapat disebabkan limbah rumah tangga dan industri, limbah pertanian atau buangan bahan-bahan yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme (nonbiodegradable).
5. Limbah rumah tangga dan industri
Di daerah perkotaan, limbah padat yang menggunung atau berserakan di mana-mana akan mengganggu pemandangan. Limbah padat itu berasal dari rumah tangga, pertokoan, perkantoran, rumah makan, pembangunan perumahan, bengkel dan pabrik. Limbah padat dapat berupa kertas bekas, sisa-sisa makanan, potongan-potongan kain, ban bekas, kantong-kantong plastik, bangkai mobil, puing-puing bangunan, potongan-potongan logam dan lain sebagainya. Selain mengganggu pemandangan, sampah atau limbah padat juga mengganggu karena menutupi permukaan tanah sehingga tidak dapat digunakan untuk keperluan lainnya.

























DAFTAR PUSTAKA

Kewanitaande.multiply.com/
www.aagos.ristek.go.id/pangan_kesehatan/pangan/piwp/tempe
www.matabumi.com/picture/proses-pembuatan-tempe
rosyi.multiply.com/wiki/tempe
Smith, E. Jhon. 1990. Prinsip Bioteknologi Edisi 1. Jakarta : PT. Gramedia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar